Selain perlu mengelola aspek keuangan / finansial, suatu perusahaan (khususnya perusahaan dagang) sangat perlu mengelola pencatatan dan administrasi yang berhubungan dengan persediaan barang dagangan. Persediaan ini jumlahnya selalu berkurang / bertambah sesuai dengan transaksi penjualan / pengadaan barang.
Salah satu aspek yang penting dalam pengelolaan persediaan adalah menganalisis arus harga barang sebagai konsekuensi dari masuk / keluarnya barang-barang. Melalui analisis ini harus dapat diketahui berbagai informasi seperti:
1. Berapa pertambahan persediaan ketika dilakukan pembelian / pengadaan barang
2. Berapa harga pokok yang menjadi beban perusahaan ketika terjadi penjualan suatu barang persediaan
3. Berapa nilai total persediaan yang dimiliki perusahaan pada suatu saat.
Pelaksanaan analisis arus harga barang persediaan dan penghitungan jumlah persediaan setiap terjadinya transaksi pengadaan / pengeluaran barang (pendekatan ini disebut juga pendekatan sistem perpetual) sulit dilaksanakan apabila pencatatan tersebut menggunakan sistem manual. Tentunya dari sisi pengendalian persediaan, metode yang menyandarkan semata-mata kepada jumlah barang yang secara fisik tersedia (sistem fisik) kurang dapat diandalkan karena memungkinan terjadinya kerugian (loss) yang sifatnya di luar dugaan.
Kegiatan perusahaan yang berhubungan dengan pengelolaan persediaan adalah sebagai berikut:
1. Perusahaan telah memiliki daftar barang-barang persediaan berikut stok awal persediaan barang-barang persediaan tersebut. Entri awal daftar barang-barang dan stok awal ini termasuk aspek pengisian data master di modul Inventory selain beberapa data master lainnya. Aspek ini akan dibahas pada bagian 2.
2. Perusahaan mencatat setiap transaksi harian seperti pembelian barang, penjualan barang ataupun distribusi barang antar gudang. Untuk mengisikan transaksi-transaksi ini di modul Inventory terlebih dahulu Anda harus memahami konsep transaksi di modul Inventory yang akan dibahas pada bagian 3. Adapun prosedur teknis pengisian transaksi akan dibahas di bagian 4 dan 5.
3. Perusahaan menggunakan laporan-laporan yang ada untuk memonitor perubahan nilai persediaan seperti laporan kartu stok, nilai persediaan dan laporan transaksi. Laporan-laporan di modul Inventory akan dibahas pada bab 6.
DIarsipkan di bawah: Inventory (Stock)